WOCARE MENYELENGGARAKAN PELATIHAN PERAWATAN LUKA

Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Perawat merupakan bagian integral dalam pelayanan kesehatan yang terpadu antara dokter, perawat, pasien dan keluarga. Dalam rangka memenuhi tuntutan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berkualitas, diperlukan upaya pengembangan secara terus menerus kepada keahlian keperawatan.

Selain itu sesuai PERMENKES No. 1796/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan (STR) bahwa untuk memperpanjang STR bagi tenaga kesehatan memerlukan Satuan Kredit Profesi (SKP) sebanyak 25 SKP per 5 (lima) tahun.
Dalam pasal 5 Permenkes ini menyebutkan bahwa banyaknya SKP dapat diperoleh melalui partisipasi kegiatan seperti Pelatihan dan seminar yang sesuai dengan organisasi profesi.

Sehubungan dengan hal tersebut Prodi DIII Keperawatan Akademi Keperawatan Yakpermas Banyumas sebagai Institusi Keperawatan berusaha menerjemahkan kebutuhan masyarakat kesehatan tersebut melalui kerjasama dengan Wocare Centre Bogor menyelenggarakan “Pelatihan Nasional Perawatan Luka Modern (CWCCA: Certified Wound Care Clinician Associate)”

Pada pelatihan ini yang akan dipelajari adalah tentang perawatan khusus luka dengan memahami seluk beluk ilmu, teknologi, ketrampilan dan etik serta bisnis di bidangnya.
Kenapa luka?, karena luka merupakan masalah yang sering dihadapi dalam dunia medis dan keperawatan.
Banyak macam pendekatan digunakan untuk menyelesaikan problem tersebut. Tidak satupun pelaksana kesehatan dari yang spesialis maupun sub-spesialis yang tidak dihadapkan pada resiko pasien untuk terjadinya sebuah luka.
Di Indonesia, tepatnya di Balai Asuhan Keperawatan Wocare Center Bogor yang merupakan layanan kesehatan yang berfokus pada layanan keperawatan luka, stoma dan inkontinensia terdapat 185 pasien luka pada tahun 2013, 195 pasien pada tahun 2014, dan pada tahun 2015 terdapat 192 pasien diantaranya 148 pasien diabetic ulcer (luka diabet), 7 pasien luka bakar, 2 pasien venus ulcer (luka dikarenakan sumbatan pembuluh vena), 5 pasien kanker, 16 pasien trauma, dan 2 pasien luka tekan (Wocare Center, 2015).

Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan dan keahlian yang baik dan terkini tentang penatalaksanaan dan perawatan luka bagi semua tenaga kesehatan. Penatalaksanaan perawatan luka yang komprehensif merupakan modal utama bagi sebuah institusi kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh kepada kliennya.
Pelatihan perawatan luka dasar ini dilaksanakan dan diorganisir oleh PSIK FIK UNIKAL dan Entreprenurse Indonesia sebagai Managing Partner dibawah pengawasan organisasi-organisasi profesi diantaranya adalah profesi perawat luka, yaitu InWCCA (Indonesian Wound Care Clinician Association) dan APKI (Assosiasi Perawat Keluarga Indonesia).

DASAR HUKUM
Sebagai dasar hukum dalam pelatihan perawatan luka ini antara lain adalah :
1. Undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Kesehatan
2. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS
3. Undang-undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4. Surat Keputusan Ketua Yayasan Wocare Indonesia No. 0002/SK/wocare/X/2009 tentang Pendirian InWCCA
5. Surat Keputusan Presiden Indonesia Certified Wound Care Clinician No. 0002/KPTS/INWCCA/ X/2009 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Perawatan Luka Diabetes.

FILOSOFI PELATIHAN

Penerapan Prinsip pembelajaran orang dewasa yang selalu akan didengar pendapat, ide yang terkait dengan topic dan tema pelatihan, dihargai pengalaman dan keberadaannya
Berbasis kompetensi, dimana setiap peserta pelatihan harus memahami target pencapaian pengetahuan dan ketrampilan yang diharapkan dicapai oleh semua peserta di akhir pelatihannya.
Pembelajaran langsung, yaitu menggunakan metode role play di laboratorium, dan observasi langsung dengan pasien.
KOMPETENSI
Perawatan luka tingkat modern ini mempunyai kompetensi:
1. Melakukan pengkajian pasien luka.
2. Merencanakan perawatan pada pasien luka.
3. Melakukan perawatan luka akut dan kronik.
4. Melakukan pemilihan balutan yang tepat, efektif dan efisien.
5. Memberikan informasi kesehatan pada pasien, keluarga dan masyarakat.
6. Melakukan kerjasama dengan tenaga kesehatan lain.
7. Melakukan dokumentasi dan evaluasi kegiatan perawatan yang telah dilakukan.
8. Melakukan pengembangan profesional.

SEBUTAN GELAR
Bagi peserta pelatihan yang telah menyelesaikan seluruh kegiatan dalam pelatihan ini dan dinyatakan lulus berhak mendapatkan sertifikat dari Indonesian Wound Care Clinician Associate (InWCCA) dengan sebutan gelar belakang nama “CWCCA” (Certified Wound Care Clinician Associate)

About Author: yakpermas